Model Pengembangan Kurikulum

Model Pengembangan kurikulum melalui RPP berkarakter menjadi fokus perhatian sekolah-sekolah dalam upaya membangun karakter (character building) peserta didik. Prinsip pengembangan kurikulum berkarakter tidak berbeda dengan prinsip pengembangan kurikulum yang telah dilakukan saat ini. Hal ini mengacu pada prinsip-prinsip pengembangan kurikulum KTSP tahun 2006 dengan poin utama berbasis kompetensi.  Dimasukkannya pengembangan karakter bagi peserta didik ini dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki watak yang kuat dan memiliki sikap terpuji ketika mereka berada di tengah-tengah masyarakat. Sikap-sikap disiplin, jujur, mandiri, tidak korup, dan sikap positif lainnya diharapkan tertanam pada diri peserta didik. Jalan yang bisa ditempuh melalui pendidikan formal adalah dengan memasukkan penekanan sikap tersebut pada semua mata pelajaran melalui RPP – rencana pelaksanaan pembelajaran.

Berkaitan dengan Model pengembangan kurikulum Dalam kurikulum KTSP 2006 telah digariskan prinsip-prinsip dalam kegiatan pengembangan kurikulum berdasarkan kaidah-kaidah atau hukum yang akan menjiwai kurikulum tersebut. Prinsip-prinsip yang telah berkembang dalam kehidupan sehari-hari dapat dijadikan bahan dalam kegiatan pengambangan kurikulum. Disamping itu, pengembang kurikulum dapat menciptakan sendiri prinsip-prinsip baru. Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya, sangat mungkin terjadi penggunaan prinsip-prinsip yang berbeda antar lembaga penyelenggara pendidikan.

Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum dibagi dalam dua kelompok :

1. Prinsip-prinsip umum : relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, praktis, dan efektivitas;

2. Prinsip-prinsip khusus : prinsip yang berkaitan dengan tujuan pendidikan, pemilihan isi, pemilihan proses kegiatan pembelajaran, pmilihan media dan alat pembelajaran, dan prinsip yang berkaitan dengan evaluasi (Nana Syaodih Sukmadinata, 1997).

Penjelasan Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum KTSP seperti tertera di bawah ini.

  1. Prinsip relevansi berarti, secara internal kurikulu memiliki kesesuaian  antara komponen-komponen kurikulum (tujuan, bahan, strategi, organisasi dan evaluasi). Sedangkan secara eksternal bahwa komponen-komponen tersebut memiliki relevansi dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi, tuntutan dan potensi peserta didik,  dan tuntutan dan kebutuhan perkembangan masyarakat.
  2. Prinsip fleksibilitas berarti pengembangan kurikulum berusaha agar hasilnya bersifat luwes atau lentur. Hal ini memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian dengan situasi dan kondisi lingkungan peserta didik.
  3. Prinsip kontinuitas berarti adanya kesinambungan dalam kurikulum, baik secara vertikal, maupun secara horizontal. Pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum harus memperhatikan kesinambungan tingkat kelas, antar jenjang pendidikan, maupun antara jenjang pendidikan dengan jenis pekerjaan.
  4. Prinsip efisiensi berarti pengembangan kurikulum harus berdaya guna dari segi waktu, biaya, dan sumber-sumber lain secara optimal.
  5. Prinsip efektivitas berati pengambangan kurikulum harus berhasil guna sehingga kegiatan pembelajaran tidak sia-sia.

Prinsip-prinsip inilah yang membedakan kurikulum KTSP 2006 dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya.

Pedoman Pengembangan RPP – Rencana Pelaksanaan Pembelajaran download DI SINI

Artikel Ini Dicari dengan Kata Kunci:

model pengembangan kurikulum prinsip pengembangan rpp contoh kurikulum berkarakter jenis silabus pengembangan kurikulum berkarakter

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Model Pengembangan Kurikulum”

Leave a Reply

Powered by WordPress | Designed by: Microsoft Project Server
Baca Juga Artikel Menarik Lainnya:close